Ketika dalam tugasnya sebagai pembela komunitas kecil pekerja India di Afrika Selatan, Gandhi harus berhadapan dengan kolonial Inggris yang terkenal dengan strateginya untuk melanggengkan kolonialisme. Dalam suatu kasus kenaikan pajak dia mengusulkan kepada komunitas
Itulah bentuk peruangan Gandhi untuk membela rakyat kecil yang tertindas. Dalam konteks yang berbeda, mengenai kenaikan beberapa kebutuhan pokok di
Seperti ‘teori’ pemerintah, segala usaha seharusnya mengarah untuk memperbaiki kondisi hidup orang kecil. Dan itu tidak dapat dilakukan dengan hanya memberantas persoalan yang artifisial; ‘harga dinaikkan pemerintah, karena itu ganti Presidennya’. Persoalannya, pertama, apakah ada yang menjamin bahwa dengan turunnya Mega persoalan akan selesai. Kedua, lawan sebenarnya bukan hanya kebijakan pemerintah itu.
Sebagai contoh, saya pernah menyaksikan seorang tukang becak, karena melihat tetangganya –sesama tukang becak, membeli VCD dan TV dengan cara kredit, dia pun menanggung bunga yang lumayan. Dengan adanya kebijakan pemerintah sekarang ini, harga-harga akan dinaikkan karena pedagang tentu tidak mau menurunkan jumlah keuntungannya, dan entah bagaimana tukang becak itu kini mengatasi persoalan ini.
Kalau perlawanan Gandhi berhasil, itu karena dia benar-benar dipercaya oleh masyarakat, dia tinggal di tempat sederhana, dia makan makanan sederhana, dia juga rela berjuang hingga dipenjarakan pemerintah kolonial Inggris. Lantas, bagaimana dengan pengusaha yang ‘mengajak’ buruhnya untuk berdemo melawan kebijakan pemerintah? Mereka ini adalah orang-orang yang telah lama menikmati subsidi dari negara, dan pada saat itu, mereka terbukti tidak banyak melakukan apa-apa untuk membantu buruh-buruhnya, bahkan tidak jarang ‘di-demo’ oleh buruhnya karena berbagai persoalan yang mencerminkan ketidak puasan di pihak buruh. Dan jangan lupa, mereka ini adalah orang-orang yang tinggal di rumah-rumah mewah, jadi jelas mereka tidak terlalu butuh subsidi. Kini mereka berdiri di depan, berbicara dengan gagahanya tentang meningkatnya beban ‘wong cilik’, atau hentikan kebijakan yang ‘menyengsarakan rakyat’ baru kemudian ‘melumpuhkan dunia usaha’.
Bahwa para buruh pekerja harus menentang kebijakan ini, itu sangat wajar, karena mereka adalah warga negara dan adalah kewajiban negara untuk memberikan pelayanan dasar yang baik pada mereka. Dan kenaikan harga memang benar-benar menyengsarakan mereka –setelah mereka juga tidak jarang disengsarakan oleh bos-nya, para pemilik perusahaan. Sebaliknya, hal ini tidak berlaku bagi para pengusaha, mereka tidak akan kelaparan, mereka masih akan mampu membayar biaya kesehatan, anak-anak mereka masih dapat bersekolah di tempat elit, dan masih punya segala kemewahan.
Di sisi lain, perusahan tradisional, seperti usaha batik dan para nelayan, yang telah memberi banyak kontribusi langsung kepada masyarakat di berbagai lapisan, yang jarang kedengaran menyusahkan para pekerjanya, dan benar-benar tertimpa musibah akibat blunder pemerintah ini, dengan santun hanya meminta kepada pemeritah agar menurunkan harga solar. Mereka tidak mengerahkan siapa-siapa, mereka tidak berdiri dibelakang siapa-siapa, mereka berbicara apa adanya.
Ketika pemerintah Kolonial Inggris membuat kebijakan yang menaikkan harga garam di
Apakah masyarakat di
Tidak ada komentar:
Posting Komentar